Sebagai Smartphone populer dari vendor asal Korea, Samsung Smartphone  selalu berhasil menawarkan produk smartphonenya dengan berbagai keunggulan. Khususnya di kalangan anak muda, Samsung selalu memenuhi kebutuhan penggemarnya, terutama dari segi Desain, Kamera serta kemudahan penggunaan smartphonenya.

Tidak heran, kehadiran seri-seri terbarunya akan selalu kamu tunggu, terlebih hadirnya seri Flagship seperti Samsung Galaxy S6 yang terdahulu. Kini telah hadir seri terbaru di kelas yang sama yang diberi nama Samsung Galaxy Note 7. Smartphone yang ekslusif ini dipastikan memiliki sisi sempurna, dari seri Note terdahulunya. Smartphone ini memiliki ciri khas dengan Pen Stylus dan keunggulan Water Resistant.

Namun, tidak lama setelah mulai dilaunching, Samsung Galaxy Note 7 tertimpa masalah yang cukup serius. Masalahnya bisa dibilang serius, karena bersifat membahayakan penggunanya. Ternyata smartphone di kelas flagship ini banyak diadukan mengalami kerusakan, seperti mengeluarkan Asap hingga Meledak dan terbakar saat dilakukan Charging.

Menariknya, kejadian tersebut tidak hanya dialami seseorang yang baru saja menggunakan smartphone tersebut, tapi ada banyak kasus yang dilaporkan kepada pihak Samsungnya sendiri, dengan kejadian yang serupa. Di awal penjualan, sekitar 35 Kasus yang dilaporkan kepada pihak Samsung tentang terbakarnya seri smartphone tersebut. Untungnya hingga saat ini belum dilaporkan adanya korban jiwa, atas kejadian yang membahayakan tersebut.

Samsung Galaxy Note 7 ini mulai dilaunching sekitar awal September 2016 lalu. Tidak ingin kehilangan kepercayaan dari Pelangganya, Samsung memberikan keringanan untuk pengguna Samsung Galaxy Note 7 yang mengalami kejadian tersebut, untuk mereturnya langsung kepada perwakilan pihak Samsung, dan diganti dengan seri yang sama, namun diklaim lebih aman.

Tidak selesai hanya sampai disitu, sepertinya pihak Samsung akan terkena masalah yang bertubi-tubi terkait kasus terbakarnya seri Samsung Galaxy Note 7 tersebut. alternatif untuk merecall seri yang gagal dengan seri yang dianggap lebih aman, rupanya malah mendatangkan masalah yang baru dan hampir serupa. Smartphone Samsung Galaxy Note 7 kembali terbakar dan meledak.

Dikutip dari Times.com beberapa kasus muncul kembali, seperti yang terjadi di dalam Southwest Airlines. Pihak maskapai tersebut harus mengevakuasi 75 orang dari pesawatnya, yang saat itu sedang melakukan pejalanan dari Louisville ke Baltimore US, hanya karena seorang penumpangnya menggunakan Samsung Galaxy Note 7 yang tiba-tiba mengeluarkan Asap dan terbakar. Pemiliknya mengatakan bahwa dia telah mengganti seri Samsung Galaxy Note 7 nya itu dengan Model barunya yang lebih aman, namun kenyataanya kejadian naas itu terulang lagi.

Mungkin kamu akan berfikir bahwa semua kejadian yang terjadi pada Samsung Galaxy Note 7, yang mungkin saja merupakan smartphone favoritmu ini, memiliki kekurangan pada bagian Baterainya yang tenyata cepat panas dan mudah meledak serta terbakar. Padahal selama ini, Samsung memiliki kualitas baterai yang cukup maksimal, hasil kerjasamanya dengan Anak Perusahaanya sendiri, SDI. Namun, entah apa yang terjadi, mungkin masalah utamanya bukan hanya karena jenis baterainya, tapi juga ada masalah lain yang belum diketahui detailnya hingga saat ini.

Kita akan coba membedah lebih dalam, sebenarnya  apa yang mungkin bisa menyebabkan smartphone sekelas Samsung Galaxy Note 7 ini begitu mudah meledak dan terbakar. Padahal, smartphone ini begitu canggih dan juga keluaran terbaru. Seharusnya vendor akan mengerjakanya dengan maksimal bukan, tapi mengapa kejadian tersebut terulang kembali bahkan setelah di recall?

  Mengapa Handphone atau Smartphone Kamu Bisa Terbakar?

 

111005-r-mengapa-atau-siapa-400x250

Kejadian ini bisa dijabarkan secara Simple dan kamu akan mudah mengerti. Handphone atau smartphone yang banyak digunakan saat ini sebagian besar menggunakan baterai Jenis “Litium Ion” atau kalau kamu melihat Review sebuah smartphone, kamu akan menemukan kalimat Baterai Li-Ion 3.500 mAh, nah Li-Ion yang dimaksud adalah jenis baterainya tersebut.

Ternyata, baterai Li-Ion ini di dalamnya terkandung Liquid atau Cairan Elektrolit yang jika terjadi Korsleting, akan mudah terbakar. selain itu, jenis baterai ini memiliki Sirkuit yang pendek dan hanya dilapisi oleh plastic tipis yang memisahkan kutub (+) dengan kutub (-) baterainya. Ketika dialiri Listrik lewat proses Charging yang berlebihan dan memicu reaksi Panas yang berlebihan, baterai akan meledak dan terbakar.

 Keadaan Fisik dan Kinerja Baterai Smartphone Saat Ini

 

gopego_baterai_rusak_smartphone_big4245504_20130731073120

alasan lain yang bisa memicu terjadinya korsleting hingga terbakar pada baterai adalah ukuran baterai smartphone atau handphone yang cenderung kecil. Dibandingkan dengan baterai pada Laptop yang biasa kita gunakan, sepertinya jarang terjadi hal seperti ini, sekalipun dilakukan charging secara terus menerus. Namun pada smartphone, ukuranya yang kecil sepertinya tidak bisa dipaksakan untuk terus dilakukan charging , apalagi sambil digunakan untuk menjalankan aplikasi.

Seiring berkembangnya zaman, perkembangan smartphone sendiri jauh lebih canggih dan dituntut untuk memiliki akses yang cepat. Dalam hal baterai, beberapa smartphone keluaran terbaru saat ini, terutama yang berada di kelas menengah dan kelas atas, sudah menerapkan fitur Fast Charging. Fitur ini memungkinkan smartphone kamu tidak perlu mengalami charging dalam waktu lama, hanya perlu rata-rata waktu 30 menit saja, daya baterainya sudah terisi Full.

 Sumber dari Technookezone.com mengabarkan bahwa sejak kejadian meledaknya Samsung Galaxy Note 7 ini, pihak Samsung sudah menarik 2.5 Juta Unit smartphone tersebut dari pasaran. Pihak Samsung juga mengatakan bahwa hingga saat ini, mereka masih akan meneliti lebih jauh, kekurangan apa yang membuat kejadian tersebut tidak bisa dihindari. kejadian pertama Samsung masih menggunakan baterai produksi SDI, setelah memutuskan kerja samanya , Samsung Menggandeng ATL untuk supply baterai, namun masih saja terjadi hal yang sama.

Kita tidak bisa menjudge begitu saja, bahwa kelemahan Samsung Galaxy Note 7 ini memang terletak pada jenis baterainya. Jika saja mutlak karena masalah baterai, maka smartphone lainya bisa juga mengalami hal yang sama, karena rata-rata menggunakan jenis baterai yang sama juga.

Dikutip dari Droidlime.com seorang Asisten Mechanical Engginering di Camaige Mellon University, beliau mengatakan bahwa mungkin kesalahan lain yang membuat Samsung Galaxy Note 7 mudah panas, meledak dan terbakar adalah karena adanya kesalahan pada system Kontrol Voltase Baterainya, juga penggunaan material kualitas rendah pada Cell Baterai yang digunakan.

Beberapa dugaan kinerja yang kurang maksimal dari Pihak vendor untuk seri Samsung Galaxy Note 7 ini sepertinya menjadi penyebab utama mengapa kasus seperti ini terjadi dan dialami banyak penggunanya. Faktor lain yang memungkinkan hal ini bisa terjadi, karena adanya kegiatan produksi yang terbur-buru, sehingga timbul lemahnya pengawasan produksi, seperti yang diungkapkan oleh Cho Jae Phil, Direktur Future Batteries Research Center Korea.

Sebenarnya sebelum kasus meledaknya Samsung Galaxy Note 7, kasus serupa sudah muncul dan terjadi pada beberapa merek smartphone yang cukup populer. Bisa dikatakan tidak ada satupun merek smartphone yang aman, karena material yang digunakan hampir sama persis. Hanya saja saat ini Samsung Galaxy Note 7 yang meledak dan terbakar ini sedang menjadi trending. Semoga kasus ini tidak ditemukan lagi pada seri berikutnya.

Memetik Pelajaran Dari Samsung Galaxy Note 7 Yang Meledak dan Terbakar

 

galaxy-note-7-sebelum-dan-sesudah-meledak

Pelajaran yang dapat dipetik dari kasus Samsung Galaxy Note 7 Yang Meledak dan Terbakar ini adalah kamu sebagai pengguna smartphone saat ini, harus lebih bijak dan lebih cerdas dalam menggunakan smartphone milikmu,Khususnya pada saat pengisian daya baterai. Sebaiknya mematikan smartphone kamu saat charging dan segera mencabutnya saat sudah hampir Full, apalagi jika smartphonemu memiliki fitur Quick Charging. Hindari kejadian meledak dan terbakarnya smartphone kamu seperti yang terjadi pada Samsung Galaxy Note 7.

Comments

Comments are closed.